Life Style

PCI Muhammadiyah Pakistan Resmi Dilantik

PCI Muhammadiyah Pakistan Resmi Dilantik

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan adakan pelantikan pimpinan yang baru di halaman Masjid Faisal, Islamabad, Sabtu (7/4). Acara ini dihadiri oleh sebagian besar warga Muhammadiyah di Kota Islamabad, perwakilan dari organisasi masyarakat Indonesia, dan lembaga khusus PPMI Pakistan.

Pelantikan PCI Muhammadiyah dilakukan dengan pembacaan sumpah dan naskah pelantikan oleh dewan pengurus baru, yang dibimbing oleh Dewan Penasihat PCIM Pakistan, Ikhwan Mujahid, yang juga menjadi staff Atase Pertahanan KBRI Islamabad.

Dalam sambutan ketua lama, Ahmad Jalaluddin Rumi, menyampaikan pesan kepada pimpinan yang baru agar mampu berkreasi dan berinovasi dalam membangun Persyarikatan Muhammadiyah

“Hidup hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah. Ikhlaskan semua jihad dan pekerjaan agar menjadi amal baik. Dan jangan hanya ingin mencari penghidupan, karena hanya akan ada rasa capek yang didapat”, Imbuhnya

Hafizh El Hudzaifie, ketua baru mengatakan dalam sambutanya, setidaknya ada tiga poin utama. Yang pertama, dengan disematkanya jabatan ini, tidak ada kalimat yang pantas kecuali istirja’, Innalillahi wa Inna ilaihi roji’un. Karena tugas ini adalah tugas keumatan yang akan dimintai pertanggungjawaban dari Alloh SWT. Dan tentu saja harus ada kesyukuran, dengan telah menginjaknya umur Muhmmadiyah yang ke-108 tahun, dan telah memiliki 19 PCIM, dan terbukti telah berkonstribusi secara internasional.

Hafizh juga menambahkan, agar momen pelantikan ini sebagai momen muhsabah. Dan mengaharapkan kepada seluruh warga Muhammadiyah Pakistan agar saling berkonstribusi ide dan pikiran, agar kita bangga menjadi warga Muhammadiyah.

“Saya ingin memperkenalkan kepada warga sekalian bahwa slogan Muhammadiyah adalah Islam berkemajuan, yaitu Islam yang mencerahi, dan memiliki kepekaan sosial dan moral, terkait kepedulian kepada bangsa”, ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Islam berkemajuan memiliki tiga isu strategis, yang pertama adalah isu keummatan,  yaitu meningkatkan daya saing umat Islam. Yang ke dua adalah isu kebangsaan, yaitu meneyelamatkan negara melalui jihad konstitusi. Yang ke-tiga adalah isu kemanusiaan, dengan memanfaatkan teknologi dan komunikasi. Adapun dalam gerakan tajdid, ada dua poin penting, yaitu purifikasi dalam aqidah dan ibadah mahdhoh,dan dinamisasi muamalah duniawiyah”

Sementara Dewan Penasihat PCIM, Ikhwan Mujahid, juga berpesan agar kita sebagai masyarakat muslim, agar tidak memperuncing perkara yang bersifat khilafiyah. Agar terjadi persatuan dan kesatuan umat.

Berikut Susunan Anggota PCIM Pakistan periode 2018/2019

Ketua: Hafizh El Hudzaifie, S.H.I (Sidoarjo/MS. Shariah)

Sekretaris: Fahmi Wira Angkasa (Banyumas/LLB. Shariah and Law)

Bendahara: Herry Arjuna Negara (Jakarta/BS.International Relations)

Majlis Tabligh: Firdaus Alfin Hudaya (Banjarmasin / BS Islamic Studies)

Majlis Keilmuan: Rifqy Amru Rasyidi Yunus

Majlis Infokom: Ali Muhtadin (Bojonegoro/BS. USHULUDDIN)

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close