World

Pondok Darul Arqam Patean Sebar 572 Santri Ikuti Program Homestay

Pondok Darul Arqam Patean Sebar 572 Santri Ikuti Program Homestay

Berbaur dengan masyarakat di suatu daerah tertentu untuk memerankan fungsi agama perlu dilakukan oleh para santri, dengan harapan ilmu yang telah diperoleh di bangku pondok dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Hal itulah yang dilakukan oleh Pondok Modern Darul Arqam Muhammadiyah Patean, Kendal melalui program homestay, sebuah program dengan cara menginap di salah satu rumah penduduk dan berperan di tengah masyarakat.

Direktur Pondok Modern Darul Arqam Patean, Drs. H. Iskhaq menyatakan program homestay diarahkan agar seluruh santri mampu menanamkan, menularkan kebaikan tradisi pondok di tengah – tengah masyarakat.

“ Tanamkan dan tularkan virus kebaikan kepada masyarakat di mana kamu bertempat tinggal “ pinta Iskhaq saat melepas santri homestay, Ahad (1/4) di halaman pondok setempat.

“ Ada sejumlah virus kebaikan yang selama ini kalian lakukan dan sudah menjadi tradisi pondok. Sholat jamaah 5 waktu, tadarus Al qur’an, dan mengucapkan salam adalah kebiasaan santri, maka tularkanlah tradisi kebaikan itu di tengah – tengah masyarakat “ ujarnya.

Kegiatan homestay diikuti oleh santri kelas 7 dan 8 MTs Muhammadiyah 2, kelas 10 dan 11 SMK Muhammadiyah 5 Patean , dan kelas 5 MA Muhammadiyah 2 untuk mendewasakan para santri ketika berbaur di tengah – tengah masyarakat dengan perannya yang bermanfaat.

“  Ini adalah kegiatan rutin, sebagai media praktek langsung para santri untuk berperan di masyarakat luas “ kata Imam Mustaqim, S.Pd.I salah satu ustadz pembimbing program homestay.

Homestay tahun ini berlangsung selama 8 hari ( 1 – 8/4 ). Sebanyak 572 santriwan/santriwati dikirim dan ditempatkan di 10 desa yang tersebar di Kabupaten Temanggung, Wonosobo,  dan Banjarnegara, yaitu 175 santriwan berada di desa Pandanarum, Kec. Pandanarum, Temanggung, sebanyak 100 santriwati di tempatkan di desa Kasimpar, Kec. Wanayasa, Banjarnegara, 60 santriwati dibawa di desa Depok, Kec. Gemawang, Temanggung, desa Babadan, Gemawang ditempati 40 santriwati, di desa Klodran, Gemawang ada 20 santriwati, desa Sengganen terdapat 40 santriwati, desa Katekan, Ngadirejo, Temanggung  ada 27 santriwati, desa Penunggulan, Candiroto, Temanggung ada 30 santriwati, sedangakan di desa Tretep, Temanggung dikirim 30 santriwati, dan 50 santriwati ditempatkan di desa Garung, Wonosobo.

Adapun setiap peserta dituntut untuk melakukan kegiatan rumah dan pengabdian masyarakat. Setiap rumah sebagai tempat tinggal selama homestay dihuni 5 – 10 santri.

“ Kegiatan rumah adalah kegiatan shohibut bait, pekerjaan yang punya rumah harus diikuti oleh santri. Jika sebagai petani, maka santri pergi ke ladang, kebun atau sawah untuk membantu pekerjaan tuan rumah. Jika pedagang, mereka membantu berdagang di pasar atau toko “ jelas imam.

“ Pekerjaan membantu kepada shohibul bait biasanya dilakukan pada waktu pagi menjelang siang “ imbuhnya.

Untuk sore hari dan malam mereka melakukan pengabdian masyarakat seperti mengajar di taman pendidikan Al qur’an, tadarus Al qur’an bersama anak – anak, dan setiap subuh berjamaah sholat subuh di masjid atau musholla terdekat.

“ Kami merasa senang dengan program homestay, selain pekerjaan kami terbantu, syiar Islam ada di desa, juga jalinan sillaturrahmi antara pondok dengan warga “ kata Hamdani warga RT 004/RW 006 desa Pandanarum, yang rumahnya untuk homestay.

“ Keberadaan santri yang homestay juga memberi semangat baru bagi anak – anak TPQ “ ujarnya.

Para santri juga merasakan pengalaman baru dan menyenangkan bisa memberi manfaat kepada masyarakat.

“ Homestay sangat menyenangkan. Ada pengalaman dan wawasan baru tentang hidup bermasyarakat.” Kata Ummu Aima Azzima, salah satu santri homestay.  ( A.Ghofur/MPI Kendal )

Tags
Show More

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close